NGAWI – Ritual Keduk Beji atau bersih desa yang
dilaksanakan oleh masyarakat Kota Ngawi tepatnya di daerah Tawun. Ritual adat
ini dijadikan masyarakat sebagai ajang berkumpul dan menarik perhatian
pengunjung. Pelaksanaanya dilakukan setiap Selasa Kliwon setiap tahunnya atau
kesepakatan dari masyarakat dan biasanya juga menyesuaikan usai panen raya
petani.
Ritual Adat Keduk Beji ini dilaksanakan sebagai
pembersihan kolam yang ada di Tawun. Maka dari itulah, adat istiadat masyarakat
Ngawi ini memiliki sisi positif dan negatifnya tergantung bagaimana masyarakat
sekitar tentang perspektifnya masing-masing. Pada kegiatan ini juga masyarakat
ingin melestarikan kebudayaan yang ditinggalkan oleh para leluhurnya,
masyarakat di sekitar Desa Tawun berkeinginan untuk tetap melestarikan pada
generasi selanjutnya.
Latar belakang
dari dilaksanakan ritual ini yaitu ketika pada abd ke 15 atau lebih tepatnya
500 tahun silam. Ada seseorang yang bernama Ki Ageng Tawun atau biasa disebut
dengan Ki Ageng Mentawun yang memiliki dua orang anak bernama, salah satunya
bernama Raden Ludrojoyo yang menemukan sebuah mata air atau sendhang. Hal ini bisa terjadi karena
Raden Ludrojoyo melakukan tapa kungkum atau bertapa untuk meminta kepada Tuhan
agar diberikan kemudahan kepada warganya dalam bertani karena masyarakat Desa
Tawun pada saat itu sangat kesulitan dalam bertani.
Keduk Beji ini
muncul karena adanya kisah dari Raden Ludrojoyo ketika ia sedang bertapa di sendhang dan muncul suatu ledakan yang
awalnya berada di utara berpindah ke yang lebih tinggi dari sawah para warga
Desa Kasreman. Bertepatan dengan ledakan itu, Raden Ludrojoyo menghilang. Maka
dari itu, setelah kejadian menghilangnya Raden Ludrojoyo inilah dilaksanakan
Upacara Adat Keduk Beji atau upacara adat bersih desa. Hal ini dilaksanakan juga
untuk menghormati perjuangan Raden Ludrojoyo yang mempunyai ide cermerlang
untuk kelangsungan hidup warga-warga yang tinggal di sekitar sendhang Beji ini.
Sumber Air Beji
Mitos yang masih berkembang di Desa Tawun yakni banyaknya hal-hal berbau gaib atau mistis khususnya di sekitar Sendhang. Hal ini membuat sendhang tersebut dikeramatkan oleh para masyarakat. Hal ini juga memunculkan beberapa pendapat bahwa masyarakat meyakini bahwa ada Tuhan selain Allah. Para masyarakat beranggapan bahwa ini juga dikuasai para roh-roh karena mereka tertarik akan hal yang ada dunia berisikan manusia. Roh ini juga bisa memasuki tubuh manusia yang disebut dengan kerasukan, hal ini juga berkaitan dengan istilah animisme yang menjadi suatu penjelasan bahwa manusia tidak hanya memahami satu fenomena tetapi besar kemungkinan memahami keseluruhan yang ada di dunia. Sedangkan dari segi anismisme sendiri masyarakat beranggapan bahwa benda atau beberapa cerita yang terkandung pada ritual ini banyak memiliki kesamaan dengan sifat asli manusia. Hal ini dicontohkan dengan adanya air di sendhang, yang dilakukan untuk suatu penghormatan kepada leluhur karena perjuangannya menciptakan sumber air ini.
Selain itu, berkaitan dengan sisi positifnya dimana kegiatan ini dapat memperat tali silaturahmi antar warga desa bahkan terkadang warga desa lain juga datang berkunjung, melestarikan budaya gotong royong dan sekaligus sebagai acara bersih-berish desa yaitu di Sendhang Tawun. Hal menarik dari acara ini adalah dengan dibuatnya serentetan acara atau prosesi menurut adat Jawa sebelum pembersihan sendang dimulai. Masyarakat setempat meyakini bahwa sendang Beji merupakan tempat sakral. Di sebelah Sendang Beji terdapat juga makam leluhur dari Desa Tawun sehingga sangat dikeramatkan bahkan terdapat mitos berkembang hingga sekarang.
Masyarakat terkadang
hanya pasrah dan mau tidak mau hanya bisa mengikuti arahan dari pemerintah. Selain
itu, tempat wisata Tawun juga harus ditutup untuk menghindari kerumunan. Tawun ini
menjadi ladang usaha bagi masyarakat sekitar, tetapi karena harus tutup menjadi
berdampak dan sangat terasa di segi keuangan masyarakat. Masyarakat sekitar
juga berharap, setelah pandemi mulai membaik ritual adat ini dapat dilaksanakan
seperti dahulu kala agar peninggalan leluhur tetap bisa dilaksanakan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar