Judul Film :
The Bang Bang Club
Tanggal Liris :
22 April 2011
Genre :
Drama Politik dan Thriller
Durasi :
1 jam 46 menit
Sutradara :
Steven Silver
Pemain : Ryan
Philippe (Greg Marinovich), Taylor Kitsch (Kevin Carter), Frank Rautenbach (Ken
Oosterbroek), Neels Van Jaarsveld (Joao Silva), Malin Akerman (Robin Comley),
dll.
Studio : Paramount Pictures
ULASAN
FILM
Film ini
menceritakan perjalanan empat jurnalis foto harian The Star yang berusaha mencari
foto eksklusif dari pertikaian dua kubu di Afrika Selatan, karena perbedaan
pandangan politik. Awal pertemuan keempat jurnalis ini, diawali ketika Greg
sedang mengambil gambar di sekitar tempat pertikaian itu terjadi, lalu bertemu dengan
Kevin, Ken, dan Joao yang sudah lebih dulu bekerja di jurnalis harian The Star.
Disaat itulah mereka bertemu, Ken mencoba mengobrol dengan Greg tentang maksud
kedatangannya, tetapi tiba-tiba mereka bertiga pergi karena ada seseorang yang
sedang dibunuh. Berbeda halnya dengan Greg, dengan penuh kebenarian dan rasa
ingin tahunya ia mendatangi tempat kejadian tersebut dan juga mencoba mencari
tahu apa yang sedang terjadi. Ia mengambil gambar apapun yang menurutnya
menarik, setelah mendapatkannya ia menuju ke kantor harian The Star dan
memperlihatkan gambar yang telah ia ambil dan diterimalah ia di The Star.
Bergabungnya Greg sebagai jurnalis di The Star ini, menambah semangat Kevin, Ken, dan Joao dalam mengambil gambar pada pertikaian dua kubu ini. Dari keempatnya, Greg adalah orang yang paling gila dalam mengambil gambar dan rasa ingin tahunya lebih besar daripada rasa takutnya.
![]() |
Pada saat
mereka berempat sedang mengambil gambar, tiba-tiba Greg mengikuti kumpulan
orang yang sedang menarik satu orang untuk dibawa ke tengah lapangan untuk
dibunuh. Tetapi untuk membantu orang tersebut, Greg mencoba mengatakan bahwa
bisa saja orang tersebut bukanlah dari kubu sebelah. Hal ini pun tidak membuat
gerombolan orang tersebut berpendapat hal yang sama dengan Greg, mereka
menyiksa hingga membakar orang tersebut sampai pada akhirnya salah satu orang
menusuknya hingga tewas. Kejadian ini pun tidak membuat Greg berhenti mengambil
gambar dan mengikuti kemana perginya orang yang dibunuh tersebut sampai tewas ,
sehingga membuat ia menjadi sangat frustasi. Gambar yang Greg ambil sangat
menggemparkan dunia, sampai ia akan diselediki polisi. Tetapi pada akhirnya, ia
dinyatakan tidak bersalah dan gambar yang ia ambil mampu mendapatkan
penghargaan paling bergengsi di dunia jurnalis pada tahun 1990 untuk foto yang
sangat luar biasa yaitu Pulitzer Prize.
![]() |
| Hasil foto Greg Marinovich |
Seiring
berjalannya waktu, Greg dan Kevin mulai dihantui rasa bersalahnya karena
menjadi seorang jurnalis yang mengambil gambar ketika terjadinya peperangan dan
harus melihat orang membunuh dan dibunuh.
Sampai pada akhirnya Kevin kacanduan obat-obatan terlarang dan mengharuskan dia
dipecat dari pekerjaannya. Pada saat itu juga, ia pergi menuju Sudan untuk
mencari tempat-tempat menarik. Sampai pada akhirnya ia menemukan suatu daerah
yang kelaparan dan ia menemukan pemandangan yang sangat bagus untuk diambil
gambar. Lagi-lagi karena kegilaannya dalam menjadi jurnalis foto, ia mengambil
gambar dalam situasi apapun.
![]() |
| Hasil foto yang diambil oleh Kevin Carter |
Hasil foto
Kevin ini pun mendapatkan penghargaan yang sama didapatkan oleh Greg yaitu Pulitzer
Prize. Setelah tersebar dan pemberian penghargaan tersebut, ia banyak
mendapatkan pertanyaan dari wartawan mengenai bagaimana keadaan ketika ia
mengambil gambat tersebut. Pertanyaan yang membuat ia marah, ketika wartawan
bertanya apakah Kevin membantu anak tersebut, apa yang dilakukan Kevin saat
melihat kejadian seperti itu, hingga pada akhirnya mengatakan Kevin terlalu
jahat karena tidak membantu anak tersebut. Hal ini pun membuat Kevin menjadi
depresi dan selalu dihantui oleh rasa bersalahnya.
![]() |
| Kevin Carter |
Pada saat bersamaan, ketiga temannya yaitu Greg, Ken, dan
Joao melanjutkan tugasnya dalam
mengambil gambar di tengah pertikaian dua kubu Afrika Selatan. Mereka sangat
berusaha keras untuk mendapatkan foto yang sangat luar biasa, sampai mereka
tidak peduli dengan nyawa bahkan tembakan dari kubu sebelah tidak membuat Greg
pun takut. Parahnya, Greg menganggap hal tersebut sangat remeh. Sampai pada
akhirnya, ketika mereka mulai mendekat tiba-tiba tembakan menuju ke badan Ken
dan Greg. Keduanya, dibawa ke rumah sakit tetapi Ken tidak bisa diselamatkan.
Sementara Greg mengalami luka yang cukup serius. Berita kematian Ken ini
membuat Greg dan Joao sangat sedih. Tidak hanya mereka berdua, berita kematian
Ken pun sampai terdengar di telinga Kevin. Hal ini membuat ia semakin menderita
dan frustasi, sehingga ia merasa bahwa harus menemai Ken. Pada akhirnya, Kevin
pun bunuh diri karena merasa tidak cukup kuat menahan tekanan yang telah ia
alami selama menjadi seorang jurnalis.
KODE
ETIK JURNALIS
Film The Bang Bang Club ini sangat menarik, karena
menceritakan bagaimana empat jurnalis foto yang sangat totalitas dalam
mengambil gambar secara eksklusif. Dalam mencari informasi pun mereka datang ke
tempat kejadian perkara terjadi. Bahkan karena ketotalitasan mereka dalam
mengambil gambar, beberapa foto yang tidak layak untuk dijadikan konsumsi
publik pun tetap mereka abadikan dan dilihat oleh banyak orang. Profesionalitas
mereka dalam mengambil gambar, mampu membuat mereka tidak peduli tentang nyawa.
Tetapi kegilaan mereka dalam menjadi seorang jurnalis, membuat mereka dihantui
dengan rasa bersalah. Seperti yang terjadi dengan Kevin, karena mengambil
gambar ia menjadi depresi. Kevin dan Greg pun juga selalui dihantui dengan
memori yang menyeramkan, karena melihat orang yang dibunuh dan membunuh. Tetapi
mereka tidak memberikan pertolongan, malah mengambil gambar ketika seseorang
membunuh atau dibunuh. Rasa profesionalitasa dan totalis mereka menjadi seorang
jurnalis sangat diluar batas. Etika mereka dalam mengambil gambar pun sangat
rendah, sekalipun gambar yang mereka ambil mendapatkan penghargaan. Tetapi di
luar itu semua, gambar yang mereka ambil sangatlah tidak layak dikonsumsi
publik.










